Sabtu, 20 Oktober 2012

Sang pedagang ketan bakar

Sore ini aku berjalan di jalanan pertigaan
bertemu kekasih.. lalu memahat cinta , mematahkan rindu

Saat sedang asyik bercumbu
Tak kusangka ada mata yang memandang
Mata yang telah lelah melihat ribuan pasangan bercumbu di jalanan

Dia seorang pedagang ketan bakar
Menjajakkan makanan yang masih menumpuk banyak di depan

Nafasnya seakan minta dia segera pulang
Tapi istrinya tak akan makan jika dia pulang
Anaknya juga tak bisa sekolah jika dia tak laku berdagang

Tak tega rasanya melihat dia melenggang pulang tanpa uang

Ku harap aku bisa jadi malaikat yg bisa memberinya setumpuk uang
Dan membiarkan dia tidur lelap di atas ranjang harapan anak-anak nya

Tapi masih tersimpul sebuah senyum dari bibirnya yang kering oleh debu jalanan

Dia percaya...

Hidup itu anugerah... jangan disia-siakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar