Benarkah ini bibirmu ?
Yang kuciumi dan jilati dihari Sabtu
Bulan yang merah, mengintip dari langit-langit
Aku seakan tak pernah peduli dengan itu
Angin-angin nakalpun, mulai tersenyum menatap kami
Dan sekali lagi, aku tak peduli...
Karena aku tak sanggup
Mengabaikan bibir nikmatmu...
Maka...
Pinjami aku bibir itu lagi, agar aku bisa mengabaikan semuannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar