Selasa, 25 Desember 2012

Kupu-Kupu Dewasa


Aku bukan lagi lebah madu
Saat dimana menyengat & membuat manis seperti madu
Tidak lagi berwarna terang & menyala bagai kunang-kunang yang dulu

Wanitaku….
Teruslah tumbuh bagai kepompong yang memeluk pohon
Terlindungi selimut dari tangisan sesaat
Tidak perlu bernafas dari udara lain yang hanya mengganggu
Tersenyum bahagia…. Karena akan jadi kupu-kupu

Kau tidak perlu bingar… dan tidak perlu ada di pasar

Kau telah tumbuh besar & telah mendengar apa yang ingin didengar
Jiwamu telah dewasa & mengembang bagai terbang

Jadilah kupu-kupu dewasa….
Yang menari indah di lantai-lantai udara
Tak perlu menangis sedih…. Sang lebah masih menanti di hati

Sabtu, 10 November 2012

Isyarat Cinta


Tatapan matamu hangat terasa ! Sentuhan jemarimu menghanyutkan raga ! Belayanmu mampu merobek luka y lara ! Isyarat Cintamu sangat menggelora ! Akankah sanubarimu menyentuh semua y kurasa ? Dalam derap malam y sunyi, ku hampiri kepingan kenangan lalu y penuh dusta ! Ku Raih ! Ku Buka ! Ku Kaji ! Kemudian Ku ingat ! Namun, Apa y kudapat ? Kemunafikan ! Dari seorang Bajingan !

Kemudian Ku hapus ingatanku ! Ku hentikan kajianKu ! Ku tutup ! Ku hempaskan ! Lalu ku buang jauh-jauh kepingan y naif tsbut !

Mengapa ?

Krna aku sdar ! Aku telah bangun dari mimpi burukku ! Tersenyum dan Tertawa ! Bak putri dlm dongeng para bocah y mengantarkan mereka ke dlm mimpi indah ! Perlahan, tp pasti ! Dan mereka mulai melupakn lelah dan perih.a khidupan y mrka lewati ! Aku snggup sprti mereka !

Tertawa, tertawa, dan tertawa,walaupun aku harus tertawa dlm kepedihan dunia... Dan aku akn ttp menjdi setangkai bunga y melengkapi indah.a taman hatimu !

Inilah aku pujanggaku !!!
(s_S)

Oleh Intan Puspitasari (30 Nov '10)

Senin, 22 Oktober 2012

Hmmmmm

Aku cuma ingin kamu berlari riang & menari-nari di dalam hatiku...

*Untuk Intan Puspitasari

Minggu, 21 Oktober 2012

Dingin yang hangat


Tidurku yang jenuh, mulai abadi
Mungkin, malam gelap tak akan pernah kembali...

Dingin terus bersetubuh...
Dingin yang muncul, karena jauh darimu

Dan aku yakin,
Jika kau bersamaku...
Mungkin dinginpun akan terasa hangat

Bibirmu

Benarkah ini bibirmu ?
Yang kuciumi dan jilati dihari Sabtu

Bulan yang merah, mengintip dari langit-langit
Aku seakan tak pernah peduli dengan itu
Angin-angin nakalpun, mulai tersenyum menatap kami
Dan sekali lagi, aku tak peduli...

Karena aku tak sanggup
Mengabaikan bibir nikmatmu...

Maka...
Pinjami aku bibir itu lagi, agar aku bisa mengabaikan semuannya

Mulailah tidur


Aku lelah, pada waktu yang mulai berguguran
Setelah yang ku lakukan, selalu bertebaran...

Mata yang keji, mulai tidak sudi menatap dunia

Mulailah tidur !

Lalu bangun...
Dan kumpulkan lagi waktu yang telah berserakan

~Akhir


Hari ini, aku melihat inspirasi...
Inspirasi yang membuatku bermotivasi

Tapi, itu hanyalah mimpi buruk...
Lebih memburuk saat aku membelainya

Aku seolah binatang..
Yang hanya bisa takut pada bintang

Dan, baru aku mengerti

Aku hanyalah bulan yang menerangi malam (bukannya siang)

Jadi jangan kau lihat aku sekarang

#dokumentasi puisi saat SMP (2007)

Hitamnya malam ini


Malam ini...
Langit begitu memudar menjadi hitam

Tak ada yang muncul untuk memainkan peran
Mungkin bulan sudah tidak sudi menerangi malam
Dan celakanya bintangpun begitu

Tapi dingin kian menjadi
Seakan memelukku erat
Aku mulai takut untuk menatap malam ini
Karena tubuhku yang rapuh , tak bisa melihat ini..

#dokumentasi puisi saat SMP (2007)

Berhentilah menangis !


Berhentilah menangis...
Jangan kau tangisi dia

Dia sudah tidak ada, dan tak mungkin menjadi ada
Jadi, hapuslah air matamu !
Jangan kau mengingatnya...

Karena aku yakin
Aku bisa menggantikannya

#dokumentasi puisi saat SMP (2007)

Aku suka hari ini

Saat aku bangun, ku tersadar diriku terjerat selimut
yang jadi teman tidurku tadi malam

Nuansa pagi, seakan perlahan masuk
dan mulai bisa kucium wangi tubuhnya

Aku masih terbujur, dan mengumpulkan roh-roh yang berkeliaran
tak karuan di sana-sini

Ku nikmati hari, yang begitu jarang aku pahami
Bisa kulihat matahari mengintip dari balik gordeng dan berkata
"Selamat pagi !"

Hari ini adalah hari bahagia...

Karena hari ini hari Minggu, dan aku tak perlu repot-repot ke sekolah :)

#dokumentasi puisi saat SMP (2007)

Belailah

Belaian tanganmu, sehalus angin yang bersalju...
Malam ini, kita bersama meminum secangkir hangatnya bulan

Aku tak peduli, kai itu apa, dari mana & siapa !

Setengah dari hatiku telah kau jerat...
Dan mungkin esok, akan sepenuhnya

Aku tahu, aku tak bisa membelai wajahmu
Tapi, aku sangat yakin....
Bahwa aku mencintaimu

#dokumentasi puisi saat SMP (2007)

Sabtu, 20 Oktober 2012

Sang pedagang ketan bakar

Sore ini aku berjalan di jalanan pertigaan
bertemu kekasih.. lalu memahat cinta , mematahkan rindu

Saat sedang asyik bercumbu
Tak kusangka ada mata yang memandang
Mata yang telah lelah melihat ribuan pasangan bercumbu di jalanan

Dia seorang pedagang ketan bakar
Menjajakkan makanan yang masih menumpuk banyak di depan

Nafasnya seakan minta dia segera pulang
Tapi istrinya tak akan makan jika dia pulang
Anaknya juga tak bisa sekolah jika dia tak laku berdagang

Tak tega rasanya melihat dia melenggang pulang tanpa uang

Ku harap aku bisa jadi malaikat yg bisa memberinya setumpuk uang
Dan membiarkan dia tidur lelap di atas ranjang harapan anak-anak nya

Tapi masih tersimpul sebuah senyum dari bibirnya yang kering oleh debu jalanan

Dia percaya...

Hidup itu anugerah... jangan disia-siakan

Senin, 15 Oktober 2012

Sebuah Sajak Sederhana Tentangnya


Semuanya hilang
bagai debu yang terbang... hilang jadi lautan
aku, kamu, dia & mereka hanya jadi hiburan alam untuk bersenang-senang
menjungkir balikan kehidupan
jadi sakit & hati yang tersiksa

Tuhan bilang jangan terlalu berharap
karena kecewa sudah menanti di ujung harapanmu
Setan bilang menyerahlah
karena sedih akan datang setelah kita penuh sesal

akhirnya hanya tinggal tulang & perih yang bersaksi

kenangannya baru saja pergi
senyumannya sudah tidak bisa dinanti

Tapi rasa sakitnya akan teringat sampai terbawa mati